SINDO DOMPU -Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE mengatakan, saat ini masyarakat sedang menunggu jalannya berbagai program kerja yang tertuang dalam visi-misi pada masa kampanye BBF-DJ beberapa waktu lalu. Untuk tahun 2025 ini tidak banyak yang bisa di lakukan, karena RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dibuat pada kepemimpinan pemerintahan terdahulu.
Kata BBF, RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disusun untuk merinci visi, misi, tujuan dan program prioritas serta merumuskan langkah-langkah kongkrit untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
“RPJMD menjadi pedoman pemerintah daerah dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kalau sudah tertuang, maka wajib dilakukan pemerintahan tahun ini,”demikian disampaikan Bambang pada jama'ah saat kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Raodatul Jannah Desa Ranggo Kecamatan Pajo, pada Jum'at (21/3/2025).
Bupati BBF meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu visi misi dan program kerja Pemerintahan BBF-DJ dalam mewujudkan Dompu Maju.
“Program kami baru berjalan secara keseluruhan di tahun 2026 dan jangan terlalu berharap visi misi kami berjalan di tahun 2025 ini,”kata Bupati.
Selain itu Bupati BBF juga menjelaskan terkait harga jagung yang sesuai dengan Instruksi Presiden melalui Satgas Pangan Nasional terdiri dari TNI/Polri dan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan Dompu terus berupaya memperbaiki beberapa kendala dan kekurangan yang ada.
“Saya harap masyarakat bersabar, Satgas Pangan sedang bekerja mencari jalan keluar untuk menyerap lebih banyak jagung petani dengan harga HAP Rp. 5.500 dan gabah seharga Rp. 6.500/kg,”jelas Bupati BBF.
Selain itu, Bulog juga memiliki keterbatasan serapan jagung karena gudangnya tidak mamungkinkan untuk menampung semua jagung petani, dan Bulog hanya mampu menyediakan anggaran pembelian jagung di tiap hari sebesar Rp. 100 juta dan memiliki keterbatasan mobilisasi untuk mengangkut jagung petani dari lahan ke gudang.
“Namun dengan semua keterbatasan tersebut, pemerintah melalui Bulog tetap menjalankan tugas untuk menyerap jagung petani sesuai dengan harga yang ditetapkan melalui HAP,”ujar Bupati.
Selain itu, Bupati juga telah mendatangi pihak perusahaan CPI agar menyerap jagung petani sesuai dengan HAP. Namun semuanya tidak bisa kita intervensi dan mereka hanya berani mengambil Rp. 4.600 sampai Rp. 4.800 per Kg dan kami akan tetap memantau fluktuasi harga di pasar jagung ini.
Bupati meminta kepada para Kades untuk bersama-sama mendukung dan melaksanakan visi-misi program Pemerintah Kabupaten Dompu, Pemerintah Provinsi NTB maupun Pemerintah Pusat.
“Mari kita bersama-sama mendukung dan melaksanakan program yang dicanangkan dan pastikan rupiah per rupiah anggaran di desa tersampaikan untuk kesejahteraan masyarakat, kalau tidak maka akan saya periksa,”tegas Bupati.(Rangers)
0 Komentar